Cara Bikin Pola Khimar Dua Warna Sendiri di Rumah, Auto Rapi dan Jatuhnya Pas By: Rina Fridayani
Kunci Hasil Khimar yang Rapi Ada di Pemilihan Kain
Arief Gusela
9/17/20265 min baca


Kalau kalian sering scroll TikTok atau Instagram akhir-akhir ini, pasti nggak asing lagi sama tren khimar atau bergo dua warna. Model ini punya ciri khas: bagian atas yang menutup kepala pakai warna gelap seperti cokelat tua atau hitam, sementara bagian bawah yang menutup bahu dan dada pakai warna netral seperti dusty pink, mauve, atau nude. Kombinasi ini bikin khimar polos yang biasanya terkesan monoton jadi kelihatan lebih modern, effortless, dan tetap syar'i.
Yang bikin tren ini makin menarik, ternyata bikin pola khimar dua warna nggak sesulit yang dibayangkan. Nggak perlu kursus jahit dulu atau beli pola jadi yang harganya lumayan. Modalnya cuma kertas bekas, pensil, gunting, meteran, dan tentu saja kain yang pas. Di artikel ini, kita bahas step by step cara bikin polanya dari nol, plus tips memilih kain supaya hasil akhirnya nggak mengecewakan.
Kenapa Worth It Bikin Pola Sendiri?
Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, ada beberapa alasan kenapa belajar bikin pola khimar sendiri itu sepadan dengan usahanya:
Ukuran bisa disesuaikan pribadi. Pola jadi yang dijual di pasaran biasanya cuma tersedia dalam ukuran standar (S, M, L). Kalau bikin sendiri, kalian bisa sesuaikan pas dengan lingkar kepala dan panjang yang diinginkan.
Lebih hemat untuk produksi rumahan. Buat kalian yang punya usaha konveksi kecil-kecilan atau lagi merintis brand khimar sendiri, menguasai pola dasar ini artinya bisa produksi lebih banyak varian tanpa harus order pola custom setiap kali ganti model.
Bebas eksperimen kombinasi warna. Karena bikin pola dan potongnya sendiri, kalian bebas coba-coba kombinasi dua warna sesuai selera atau tren yang lagi naik.
Modal awal jauh lebih murah. Dibanding beli khimar jadi bermerek, biaya bahan dan proses jahit sendiri jauh lebih ringan di kantong, apalagi kalau produksi dalam jumlah banyak.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Sebelum mulai, siapkan dulu semua alat dan bahannya biar prosesnya nggak bolak-balik:
Kertas pola berukuran besar (bisa pakai kertas koran, kertas payung, atau sambungan kertas HVS bekas)
Pensil untuk menandai ukuran, usahakan yang runcing biar garisnya presisi
Penggaris panjang atau meteran jahit
Gunting kertas dan gunting kain (usahakan dipisah supaya gunting kain tetap tajam)
Jarum pentul secukupnya
Kain utama untuk bagian atas khimar (disarankan warna gelap seperti cokelat tua, hitam, atau navy)
Kain kedua untuk bagian bawah khimar (disarankan warna netral seperti dusty pink, mauve, nude, atau abu-abu muda)
Mesin jahit dan mesin obras (untuk tahap finishing)
Cara Mengukur Sebelum Membuat Pola
Ukuran yang dipakai di tutorial ini adalah lebar dasar 150 cm dan tinggi bagian puncak 26 cm, tapi ukuran ini bisa disesuaikan lagi tergantung lingkar kepala dan preferensi panjang khimar kalian. Supaya hasilnya pas:
Ukur lingkar kepala menggunakan meteran, mulai dari dahi melingkar ke belakang kepala.
Tambahkan sekitar 2–3 cm untuk kelonggaran, supaya khimar nggak terlalu ketat saat dipakai.
Untuk panjang bagian puncak (crown), ukur dari titik tengah dahi sampai ke titik yang diinginkan di bagian atas kepala, biasanya sekitar 25–28 cm tergantung model.
Tentukan juga panjang keseluruhan khimar sesuai kebutuhan, apakah model pendek sebatas dada atau model panjang menutup sampai pinggang.
Langkah-Langkah Membuat Pola
1. Siapkan kertas pola dan tentukan ukuran dasar
Bentangkan kertas pola di permukaan yang rata dan bebas lipatan. Tandai ukuran lebar dasar sekitar 150 cm mengikuti hasil pengukuran lingkar kepala tadi. Tulis langsung ukurannya di kertas pakai pensil supaya nggak lupa dan bisa dipakai lagi kalau mau bikin ukuran yang sama di lain waktu.
2. Tandai titik lipatan untuk bagian puncak kepala
Dari titik tengah, ukur turun sekitar 26 cm untuk menentukan tinggi bagian puncak khimar. Bagian ini yang nanti membentuk lekukan pas di atas kepala, jadi pastikan ukurannya presisi. Kalau ukurannya kurang pas, hasil akhirnya bisa longgar dan gampang melorot, atau malah kesempitan dan bikin nggak nyaman dipakai lama.
3. Lipat kertas dan bentuk pola kerucut
Lipat kertas mengikuti garis yang sudah ditandai tadi sampai membentuk pola menyerupai kerucut atau segitiga. Pola inilah yang jadi dasar bentuk bagian atas khimar yang menutupi kepala. Pastikan lipatan simetris kiri-kanan supaya hasil akhirnya nggak miring sebelah.
4. Gunting mengikuti garis pola
Setelah lipatan terbentuk sempurna, gunting pelan-pelan mengikuti garis yang sudah ditandai. Lakukan dengan hati-hati terutama di bagian lekukan supaya hasil guntingan halus dan nggak bergerigi, karena ini yang akan jadi acuan waktu memotong kain nantinya. Guntingan yang kasar di tahap ini bakal kebawa sampai ke kain dan bikin hasil jahitan kurang rapi.
5. Buka pola dan cek proporsinya
Sebelum dipindahkan ke kain, buka dulu lipatan pola dan cek apakah bentuknya sudah simetris dan proporsional. Kalau masih ada bagian yang kurang rata, rapikan dulu dengan gunting sebelum lanjut ke tahap berikutnya. Tahap ini penting supaya nggak perlu bongkar jahitan gara-gara pola yang meleset.
6. Pindahkan pola ke kain utama
Letakkan pola kertas di atas kain warna gelap untuk bagian atas khimar, lalu sematkan dengan jarum pentul supaya nggak geser. Jiplak garis pola menggunakan kapur jahit atau pensil kain, baru gunting mengikuti garis tersebut.
7. Potong dan sambung dengan kain kedua di bagian bawah
Buat pola terpisah untuk bagian bawah khimar (bagian yang menutupi bahu dan dada) menggunakan kain kedua dengan warna berbeda. Sesuaikan lebar sambungan dengan bagian bawah pola utama supaya waktu dijahit hasilnya presisi dan nggak bergelombang.
8. Jahit dan finishing
Jahit sambungan antara kain atas dan kain bawah dengan rapi, lalu obras bagian tepi supaya serat kain nggak gampang bertiras. Terakhir, jahit kelim di bagian bawah dan tepi wajah supaya hasil akhirnya lebih kuat dan rapi saat dipakai sehari-hari.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Beberapa hal ini sering bikin hasil khimar DIY kurang maksimal, jadi perlu diperhatikan:
Nggak menambahkan kelonggaran di lingkar kepala, akibatnya khimar jadi terlalu ketat dan bikin pusing kalau dipakai lama.
Sambungan dua warna nggak sejajar, biasanya karena pola bagian atas dan bawah nggak diukur ulang sebelum dipotong.
Salah pilih kain, misalnya pakai kain yang terlalu kaku untuk bagian atas sehingga bentuknya nggak jatuh natural mengikuti kepala.
Melewatkan tahap obras, yang bikin tepi kain gampang bertiras setelah beberapa kali cuci.
Kunci Hasil Khimar yang Rapi Ada di Pemilihan Kain
Sebagus apa pun pola yang kalian buat, hasil akhir khimar tetap sangat ditentukan oleh jenis kain yang dipakai. Kain yang terlalu kaku bikin khimar nggak jatuh natural di bahu, sementara kain yang terlalu tipis biasanya nerawang dan gampang kusut. Belum lagi kalau kainnya panas, pasti nggak nyaman dipakai seharian, apalagi buat aktivitas outdoor.
Idealnya, kain untuk khimar dua warna punya karakteristik berikut:
Jatuhnya melangsai dan nggak kaku, supaya siluetnya tetap terlihat feminin
Adem dan menyerap keringat, nyaman dipakai dari pagi sampai malam
Nggak gampang kusut meski sering dilipat atau dimasukkan tas
Tidak nerawang, jadi tetap sopan dan aman dipakai
Warna solid yang stabil dan nggak gampang pudar meski sering dicuci
Untuk kebutuhan seperti ini, kalian bisa cek beberapa pilihan kain di MAB Textile yang cocok dijadikan bahan khimar dua warna:
Moss Crepe — teksturnya sedikit bertekstur crepe, jatuhnya melangsai, dan cocok untuk bagian atas maupun bawah khimar karena nggak gampang kusut.
Viscose Crepe — lebih adem dan ringan, cocok buat kalian yang mau khimar dengan drape yang lebih soft dan flowy.
Moss Crepe Woven — pilihan lain dengan serat woven yang sedikit lebih tebal, cocok kalau ingin hasil khimar yang lebih rapi dan nggak terlalu jatuh tipis.
Ketiga jenis kain ini tersedia di MAB Textile dengan berbagai pilihan warna, jadi kalian bisa bebas mix and match sesuai kombinasi dua warna yang lagi hits. Harganya juga bersahabat untuk kebutuhan produksi konveksi, reseller, maupun brand fashion kecil-kecilan yang baru mulai merintis lini khimar sendiri.
Tips Kombinasi Warna Biar Makin Kekinian
Selain cokelat tua dan dusty pink seperti di tutorial ini, beberapa kombinasi warna lain yang lagi banyak diminati antara lain:
Hitam dengan abu-abu muda, untuk tampilan yang lebih netral dan mudah dipadukan
Navy dengan nude, cocok buat kalian yang suka warna-warna kalem
Maroon dengan dusty rose, untuk kesan yang lebih hangat dan feminin
Kunci utamanya adalah pastikan bagian atas menggunakan warna yang sedikit lebih gelap atau lebih tegas dibanding bagian bawah, supaya kesan gradasinya tetap enak dilihat.
Yuk Mulai Proyek Khimar Kalian
Bikin khimar dua warna sendiri sebenarnya nggak serumit kelihatannya, asal polanya presisi, ukurannya pas, dan bahannya tepat. Proses ini juga bisa jadi modal awal buat kalian yang mau coba-coba produksi khimar sendiri dalam skala kecil sebelum naik ke jumlah yang lebih besar.
Jadi kalau kalian tertarik coba bikin sendiri di rumah, pastikan siapkan kain yang berkualitas dari awal biar hasilnya nggak mengecewakan dan tahan lama dipakai berkali-kali.
Mau tanya-tanya soal pilihan kain yang cocok buat khimar, outer, atau kebutuhan produksi lainnya? Langsung chat WhatsApp MAB Textile atau kunjungi mabtextile.com, ya. Bisa juga DM Instagram @mab.textile buat lihat referensi kain dan hasil produksi lainnya.
MAB Textile — Solusi Kain Anda.


SOCIAL MEDIA
IG: mab.textile
TT: mab.textile
FB: MAB Textile
© 2026 MAB TEXTILE- Penyedia solusi tekstil B2B terpercaya.
Manufaktur Tekstil Skala Industri
MAB TEXTILE
VISIT US: BY APPOINTMENT
RT.3/RW.2, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14470
CONTACT US
Admin@mabtextile.co.id
+6 852-8481-5948
